![]() |
Inisiatif di lima negara ini mengatasi berbagai masalah kepatuhan yang muncul di saat ASEAN memperketat pengawasan terhadap AI
SINGAPURA, 2 Februari 2026 /PRNewswire/ — Singapura menjadi negara pertama yang mengeluarkan kerangka kerja tata kelola untuk Agentic AI. Menteri Pengembangan Digital dan Informasi Josephine Teo mengumumkan Kerangka Tata Kelola Model AI untuk Agentic AI di World Economic Forum. Kerangka kerja ini mewajibkan perusahaan mempertankan pertanggungjawaban manusia atas agen AI, menerapkan pengawasan teknis, dan memastikan transparansi.
Armor and Microsoft Security leaders at the Microsoft Digital Trust & Global Regulation Roadshow in Singapore, January 2026.
Inisiatif Armor Membantu Perusahaan Menanggapi
Armor adalah perusahaan terdepan di dunia di bidang deteksi dan respons terkelola di komputasi awan dan Mitra Solusi Microsoft untuk Keamanan. Hari ini Armor mengumumkan inisiatif yang mencakup Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Filipina untuk membantu berbagai perusahaan menerapkan persyaratan baru ini.
Armor memiliki pengalaman langsung dalam menjaga keamanan perusahaan yang memanfaatkan teknologi AI. Sebuah perusahaan teknologi perawatan kesehatan yang menggunakan alat GenAI untuk melayani lebih dari 800 sistem kesehatan telah berhasil mempersingkat Rata-rata Waktu Tanggap Insiden (MTTR) 29 kali lipat setelah bermitra dengan Armor untuk deteksi dan respons terkelola selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.
“Kerangka Kerja Tata Kelola Model AI (MGF) Singapura untuk Agentic AI mengakui hal-hal yang selama ini kami sampaikan kepada klien: Agen AI yang mampu bertindak secara otonom juga membutuhkan tingkat pengawasan keamanan yang sama seperti yang diterapkan pada pengguna yang memiliki hak akses istimewa,” kata Chris Drake, Pendiri dan CEO Armor. “Anda tidak akan mengizinkan karyawan mengakses sistem yang sensitif tanpa visibilitas dan pengawasan. Logika yang sama ini juga berlaku pada AI.”
Armor Nexus: Pendekatan Baru Terhadap Operasi Keamanan
Inti dari pendekatan Armor adalah Nexus, yakni platform operasi keamanan terpadu yang diciptakan bagi tim-tim yang menjalankan Pusat Operasi Keamanan (SOC) mereka sendiri. Tidak seperti SOC tradisional yang mengandalkan proses manual dan sistem tiket yang terpisah, Nexus diciptakan oleh para praktisi yang melindungi perusahaan dari dalam.
Nexus menyatukan operasi dan teknologi di satu platform karena insiden nyata selalu melibatkan keduanya. Platform ini memperjelas lingkungan keamanan Microsoft sehingga berbagai perusahaan memiliki visibilitas penuh pada data mereka. Pelanggan dapat langsung mengaskes intelijen yang mendasari dan menjaga transparansi yang dituntut oleh kerangka kerja tata kelola.
Perusahaan yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi tim Armor di armor.com.
Tentang Armor
Armor adalah perusahaan terdepan di dunia di bidang deteksi dan respons terkelola di komputasi awan. Dipercaya oleh lebih dari 1.700 perusahaan di 40 negara, Armor menyediakan keamanan siber, konsultasi kepatuhan, dan pertahanan terkelola selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu yang diciptakan untuk transparansi, kecepatan, dan hasil nyata. Armor memadukan keahlian manusia dengan keakuratan berbasis AI untuk melindungi lingkungan penting guna mengatasi ancaman yang terus berkembang dan membangun ketahanan berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi armor.com atau meminta Penilaian Ketahanan Siber dengan cuma-cuma.
Kontak Media:
Michele Glassman
Marketing Director, Armor
Email: michele.glassman@armor.com
Situs web: www.armor.com
Armor team members join Microsoft partners at Microsoft’s ASEAN offices as part of Armor’s five-country initiative to help enterprises operationalize Singapore’s new Model AI Governance Framework for Agentic AI.
Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2872997/Armor_Defense_and_Microsoft_Security_leaders.jpg?p=medium600
Foto – https://mma.prnasia.com/media2/2872998/Armor_Defense_team_members_join_Microsoft_partners.jpg?p=medium600
Logo – https://mma.prnasia.com/media2/2617179/PR_Armor_Logo.jpg?p=medium600
