![]() |
KUALA LUMPUR, Malaysia, 4 Maret, 2026 /PRNewswire/ — Untuk meningkatkan akses layanan Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI) di Malaysia, serta pasar berkembang di ASEAN dan wilayah lain, World Bank Group melalui International Finance Corporation (“IFC”) mengumumkan investasi ekuitas pada Zetrix AI Berhad (“Zetrix AI”).
Judith Green, World Bank Group Country Manager untuk Malaysia (kiri) dan TS Wong, Group Managing Director, Zetrix AI Berhad (Kanan)
Investasi IFC sebesar RM155,6 juta (sekitar USD40 juta) tersebut akan mendukung pengembangan dan peluncuran aplikasi DPI berbasiskan blockchain, serta produk kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini ingin meningkatkan inklusi digital, memperluas akses layanan, dan mendorong efisiensi ekonomi di Malaysia dan kawasan ASEAN. Di Malaysia, layanan baru ini akan terintegrasi dengan ekosistem digital nasional melalui MyDigital ID, sistem identitas digital nasional, serta Malaysia Blockchain Infrastructure (MBI), jaringan layanan blockchain nasional.
Aplikasi dan produk DPI yang dikembangkan Zetrix AI mendukung berbagai layanan menjadi lebih efisien, aman, dan hemat biaya. Layanan tersebut mencakup verifikasi identitas digital, digitalisasi perdagangan internasional, hingga tokenisasi aset dunia nyata. Investasi ini juga akan mendukung ekspansi layanan DPI Zetrix AI ke pasar berkembang di ASEAN dan wilayah global lain.
“Investasi ini mencerminkan komitmen IFC dalam mendukung agenda transformasi digital Malaysia, sejalan dengan Rancangan Malaysia Ke-13 (2026–2030),” ujar Judith Green, Country Manager, World Bank Group untuk Malaysia. “Pengembangan layanan Infrastruktur Publik Digital sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat daya saing ekonomi, serta memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Investasi tersebut membantu kami memperluas solusi digital inovatif, serta membangun sistem yang tangguh, aman, dan saling terhubung guna memperluas akses terhadap layanan dan peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha di Malaysia maupun pasar berkembang di ASEAN dan sekitarnya.”
TS Wong, Group Managing Director, Zetrix AI, mengatakan, “Mulai dari identitas digital, proses kepabeanan yang terdigitalisasi, model bahasa besar, hingga stablecoin, penerapan blockchain dan AI lintasnegara akan mendorong transformasi di ASEAN dan memperkuat integrasi sosial-ekonomi regional. Dengan dukungan dan akses pasar dari IFC, kami akan mempercepat rencana ekspansi global.”
Tentang IFC
IFC — bagian dari World Bank Group — merupakan lembaga pembangunan global terbesar yang berfokus pada sektor swasta di pasar berkembang. IFC beroperasi di lebih dari 100 negara dengan memanfaatkan modal, keahlian, dan pengaruh untuk menciptakan pasar dan peluang di negara berkembang. Pada tahun fiskal 2025, IFC mencatat komitmen investasi sebesar USD71,7 miliar pada perusahaan swasta dan lembaga keuangan di negara berkembang. Melalui investasi ini, IFC memobilisasi modal swasta dan mendorong solusi di sektor swasta demi mewujudkan dunia yang bebas dari kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan. Informasi selengkapnya: www.ifc.org.
Tentang Zetrix AI Berhad
Zetrix AI Berhad (“Zetrix AI”), sebelumnya bernama MY E.G. Services Berhad, memimpin pemanfaatan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan di sektor publik dan swasta di ASEAN. Berkantor pusat di Malaysia, Zetrix AI mulai beroperasi pada 2000 sebagai pelopor layanan pemerintah elektronik dan layanan komersial pendukung di wilayah yang luas. Zetrix AI mengandalkan platform Layer-1 blockchain Zetrix, serta mendukung konvergensi Web3, AI, dan robotik guna mewujudkan transaksi lintaswilayah yang sangat efisien, cerdas, dan aman. Zetrix AI juga memfasilitasi interoperabilitas identitas digital dan solusi otomatisasi yang menghubungkan berbagai individu, perusahaan, dan pemerintah.
