![]() |
DALLAS, 11 April 2026 /PRNewswire/ — Cango Inc. (NYSE: CANG), perusahaan terkemuka yang menambang Bitcoin untuk mengembangkan platform terintegrasi berbasiskan energi dan komputasi AI melalui operasi global, mengumumkan kinerja operasional pada periode Maret 2026. Cango kini mengarahkan strategi pada peningkatan margin kas, alih-alih sekadar memperbesar skala operasional. Langkah ini ditempuh Cango melalui optimalisasi armada penambangan, menghentikan mesin penambangan yang tidak efisien, menerapkan model alternatif seperti hashrate leasing di sejumlah wilayah dengan biaya hosting tinggi, serta merelokasi kapasitas penambangan ke lokasi dengan biaya energi yang lebih rendah.
Strategi Operasional: Efisiensi Terarah dan Mitigasi Risiko
Hingga 31 Maret 2026, hashrate operasional Cango tercatat 37,01 EH/s, berasal dari kombinasi armada penambangan milik sendiri dan skema hashrate leasing. Model produksi yang lebih ramping ini menekankan daya tahan margin dibandingkan ekspansi kapasitas semata.
|
Kategori |
Hashrate (EH/s) |
|
Self-Mining |
27,98 |
|
Hashrate Leasing |
9,02 |
|
Hashrate Operasional |
37,01 |
- Modernisasi Armada Penambangan & Perpindahan Wilayah Kerja: Cango secara selektif melakukan peningkatan perangkat keras pada sebagian armada lama. Cango juga mengoperasikan miner seri S21/S21XP di wilayah dengan biaya listrik tinggi seperti Paraguay dan Oman, guna memaksimalkan efisiensi energi dan menekan biaya operasional. Di saat yang sama, relokasi armada ke wilayah dengan biaya listrik yang lebih rendah terus dilakukan.
- Kerja sama Bagi Hasil: Cango juga menerapkan skema bagi hasil dengan mitra hosting di lokasi berbiaya tinggi, khususnya untuk sisa masa kontrak yang berjalan. Melalui pendekatan ini, kedua pihak tetap menjaga kesinambungan operasional di tengah volatilitas pasar.
Meski proses optimalisasi masih berlangsung, Cango terus menjaga margin kas positif di setiap lokasi sebagai perlindungan terhadap risiko penurunan kinerja bisnis inti.
Pengelolaan Biaya yang Lebih Efisien
Penerapan model produksi yang lebih ramping berdampak langsung terhadap penurunan biaya produksi. Pada Maret 2026, Cango mencatat rata-rata biaya kas per Bitcoin sebesar US$68.215,83—turun 19,3% dibandingkan rata-rata US$84.552 pada kuartal IV-2025. Perbaikan struktur biaya ini memperkuat posisi operasional Cango sehingga lebih mandiri dan berkelanjutan.
Strategi Pengurangan Utang
Sepanjang Maret, Cango menjual 2.000 Bitcoin secara strategis, dengan hasil penjualan digunakan untuk melunasi pinjaman berbasiskan Bitcoin. Hingga 31 Maret 2026, total pinjaman berbasiskan Bitcoin yang masih berjalan tercatat sebesar US$30,6 juta, sedangkan cadangan aset perusahaan mencapai 1.025,69 Bitcoin. Langkah pengurangan utang ini, didukung suntikan modal terbaru—termasuk investasi ekuitas senilai US$65 juta dari manajemen, serta obligasi konversi US$10 juta dari DL Holdings—memperkuat neraca keuangan Cango. Hal tersebut turut menopang rencana transformasi Cango menuju infrastruktur energi dan komputasi AI.
Narahubung: ir@cangoonline.com
